Kamis, 24 Oktober 2013

Syarat IPK Terlalu Tinggi, IPMKB Minta Pemda Tinjau Ulang.

DARIRIAU.com - Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) Bengkalis meminta pihak pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis meninjau kembali nilai IPK yang telah ditetapkan. Karena dinilai tidak berpihak kepada mahasiswa khususnya asal Bengkalis.

Hal demikian dikatakan langsung Ketua IPMKB, Pekanbaru Panca Dharma kepada wartawan Senin 6 Oktober 2013 di Bengkalis. Ia menyebutkan bahwa bantuan Pendidikan di tahun 2013 khususnya untuk mahasiswa Bengkalis tidak memihak mahasiswa terkait masalah IPK yang dinilai terlalu tinggi yakni 3,00.

"Kita keberatan nilai IPK yang telah ditetapkan pemda Bengkalis tersebut, karena untuk lamaran kerja saja, diterima nilai IPK nya 2,75," ucap pria kerap disapa Panca ini.

Pria yang memiliki tubuh besar ini juga menegaskan seharusnya pemkab mendukung atau support teman -teman mahasiswa yang menuntut ilmu dalam maupun luar Kota Bengkalis terkait nilai IPK nya rendah.

"Anggaran yang telah dialokasikan untuk bantuan pendidikan berkisar Rp6,7 miliar hendaknya benar - benar selektif dalam menseleksi yang diperuntukan untuk bantuan pendidikan terutama bagi mahasiswa tersebut," tegas Panca seraya mengatakan pemkab Bengkalis harus meninjau kembali penetapan nilai IPK tersebut.

Pemkab Bengkalis hendaknya sebelum menetapkan nilai IPK 3,00 tersebut seharusnya mengundang IPMKB Bengkalis- Pekanbaru. Hal itu menyangkut keberpihakan kepada mahasiswa khususnya berada di Pekanbaru maupun mahasiswa yang menuntut ilmu diluar Provinsi Riau. Jika tidak ada respon terhadap Pemkab Bengkalis terhadap keinginan mahasiswa tersebut. 

"Jangan salahkan IPMKB Bengkalis bersebarangan dengan pemda Bengkalis," tegas Panca.

Panca juga mengemukan bahwa ditahun 2012 lalu mahasiswa di luar kabupaten Bengkalis, terkait bantuan pendidikan dari pemda Bengkalis. Yang mendapatkan bantuan pendidikan tersebut, "Diduga ada oknum mahasiswa melakukan manipulasi data identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan lainnya, justru mendapatkan bantuan pendidikan," kata Panca mengakhiri. (ad/fr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar